75 Persen Penduduk Bergigi Busuk

JAKARTA, KOMPAS.com —Kesehatan gigi merupakan cermin kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sayangnya, perhatian yang diberikan masyarakat terhadap kesehatan gigi masih rendah. Menurut Laporan Kesehatan Dasar 2007, sebanyak 72,1 persen penduduk rata-rata memiliki 5 gigi rusak dan hanya satu persen yang bisa ditambal. Ini berarti 75 persen dari 72,1 persen penduduk tadi membiarkan gigi berlubang mereka sehingga membusuk atau harus dicabut karena sudah parah.

Hal tersebut diungkapkan drg Zaura Anggraeni, MDS, Ketua Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia. “Penyakit gigi dan mulut tidak sembuh sendiri. Bila dibiarkan, maka biaya yang dikeluarkan semakin mahal. Apalagi gigi yang busuk menjadi sumber infeksi dan faktor pemicu infeksi lain di tubuh,” paparnya.

Pada anak-anak, gigi berlubang yang dibiarkan akan lebih berdampak karena strukturnya lebih lunak dan bentuknya kurang maksimal untuk dibersihkan. “Gigi yang tidak terawat akan menyebabkan pertumbuhan rahang dan gigi permanen menjadi tidak beraturan,” katanya.

Sementara itu, pada orang dewasa, gigi yang busuk bisa memicu infeksi yang berdampak sistemik, seperti penyakit jantung, ginjal, memicu kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.

“Mulut adalah gerbang utama masuknya segala penyakit. Keadaan rongga mulut yang tidak sehat dapat menyebabkan kelainan pada organ lain,” ujarnya di sela-sela acara penandatanganan kerja sama antara Unilever, PDGI, dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (Afdokgi) untuk kesehatan gigi dan mulut di Jakarta, Kamis (24/6/2010).

Ia menambahkan, upaya pencegahan kerusakan dan perawatan gigi agar tetap sehat menjadi penting dan mendesak. “Ini jauh lebih efektif dan efisien untuk menurunkan angka penyakit serta beban yang timbul bila gigi dan mulut tidak dirawat,” katanya.

PT Unilever yang diwakili oleh merek Pepsodent bersama PDGI dan Afdokgi melakukan kerja sama berupa pemberian pelayanan gratis untuk gigi di 13 kota. “Program ini adalah bagian dari upaya nyata untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut,” kata Hernie Raharja, Marketing Manager Oral Care PT Unilever.

Konsultasikan kesehatan gigi dan mulut seperti Layanan Perawatan Ortodontik, Pembuatan Gigi Tiruan, Perawatan Saluran Akar, Cabut Gigi, Tambal Gigi, Pembersihan Karang Gigi, Tooth Whitening/Bleaching, Pasang Behel Gigi atau Kawat Gigi untuk anda dan keluarga anda di Klinik Gigi Joy Dental Yogyakarta dengan gratis.

Anda bisa datang langsung ke alamat Joy Dental di:

Joy Dental Kaliurang
Jl. Kaliurang Km 5 No 34
(Sebelah BNI Syariah)
Telp. 085106556688, 0274-55540 atau,

Joy Dental Seturan
Ruko Seturan Square Kav 9
Jl. Seturan Raya No 1
(Ruko Orange - Timur Bungong Jeumpa)
Telp. 085107556699, 0274-4332963 atau,

Joy Dental Bantul
RingRoad Barat, Selatan UMY
(setelah Jl. Rajawali antara Apotek Rahma dan RM Danu)
Telp. 081215408887 atau,

Joy Dental Barek
Jl. Agro, Karangasem, Barek
(200m timur Gudeg Ahmad)
Telp. 087739385888, 0274-5011471

Anda juga dapat mengisi kolom konsultasi pada FORM KONTAK KONSULTASI. Anda juga dapat memberikan komentar pada artikel ini untuk memberikan masukan, konsultasi atau pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan artikel ini.

Artikel ini bisa dicari dengan beberapa istilah yang berbeda seperti biaya tambal gigi jogja dan lain sebagainya.

Setiap pertanyaan anda akan kami jawab dengan senang hati demi memberikan pengetahuan yang luas dan bermanfaat tentang kesehatan gigi dan mulut serta pemasangan behel gigi atau kawat gigi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *